Gratis Joomla Templates by Hostmonster Coupon
Launching Our Latest Product : eMedWeb ++++ New Release : eMedWeb Laboratory Information System (LIS)

Ada Bakteri Pemakan Daging di Rumah Sakit?

Category: Uncategorised Published on Monday, 10 February 2014 Written by Ronny Loekito

Warga Amerika sedang diserbu dengan adanya ketegangan tentang bakteri pemakan daging, dan lebih buruknya lagi, rumah sakit itu sendiri terdapat serangga yang kotor.

Kondisi ini, yang dikenal sebagai necrotizing fasciitis - sebuah infeksi serius pada kulit dan jaringan lunak - telah menjangkitkan dirinya pada sejumlah orang akhir-akhir ini, dengan kasus-kasus di Carolina Selatan dan Georgia, berdasarkan laporan-laporan.

Lana Kuykendall, seorang ibu berumur 36 tahun dari 2 anak kembar, telah dibawa ke Rumah Sakit Greenville Memorial di Carolina Selatan, hanya beberapa hari setelah melahirkan, ia mengeluh sakit di salah satu kakinya. Segera setelah itu, ia telah didiagnosa dengan kondisi adanya pemakan daging.

Tak lama, Kuykendall, yang terkadang bekerja sebagai paramedis, telah menjalani 7 operasi yang berbeda dalam upaya untuk mengendalikan infeksinya. Seorang juru bicara rumah sakit mengatakan bahwa, pada tanggal 20 Mei, dia berada pada kondisi kritis, tapi dalam kondisi stabil.

"Dia masih memiliki jalan yang panjang didepannya," kakaknya, Brian Swaffer, kata Reuters. "Kami berterima kasih bahwa infeksinya hanya pada kakinya. Organnya, dan tanda-tanda vitalnya baik. Dia mendapat tim dokter yang hebat.

 

LEBIH BANYAK KASUS YANG BERMUNCULAN

Ada 2 kasus lainya yang dilaporkan juga dalam beberapa minggu terakhir, keduanya di Georgia. Salah satunya melibatkan murid Aimee Copeland berusia 24 tahun, yang juga telah menjalani beberapa operasi dan masih dalam kondisi kritis di Doctors Hopital of Augusta. 

Para dokter percaya dia mungkin telah terjangkit fasciitis setelah mendapat luka yang sangar besar di kakinya dalam sebuah kecelakan zip line (sejenis flying fox) dan terjatuh di Sungai Little Tallapoosa pada 1 Mei. Dokter berkata infeksinya kemungkinan disebabkan oleh bakteri Aromonos hydrophila, yang ditemukan di air tawar atau payau. Reuters melaporkan, dan bisa masuk ke tubuhnya melalui luka.

Infeksi Copeland cukup parah bahwa dia telah diamputasi salah satu kakinya dan telah dikabarkan baru-baru ini bahwa dia akan kehilangan kedua tangan dan kakinya yang lain.

Sementara itu, Doctors Hospital of Augusta sedang merawat Bobby Vaughn, 32, juga karena adanya infeksi bakteri pemakan daging, meski ia telah dikabarkan dalan kondisi yang baik. Infeksinya "berkembang dari seukuran kacang kecil ke jeruk bali dengan cepat," katanya kepada stasiun TV lokal. Ia telah menjalani 5 operasi.

Dr. Bill Kelly, ahli epidemiologi untuk Greenville Hospital System, mengatakan infeksi Kuykendall disebabkan oleh streptococcus grup A, yang berdasarkan pada ahli kesehatan lainnya, tinggal pada kulit manusia atau pada hidungnya.

Jadi kenapa berada di rumah sakit bahkan berpotensi lebih berbahaya pada korbannya? Karena, sebuah studi 2011 menemukan, kamar-kamar rumah sakit penuh dengan bakteri penyebab penyakit tersebut, termasuk MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus) dan VRE (vancomycin-resistant enterococcus), yang ditemukan pada 95% tirai kamar rumah sakit yang telah diuji, para peneliti dari University of Iowa  menemukannya.

Lebih buruk lagi, menggantikan mereka itu tidak baik, sebagian besar akan terkontaminasi lagi dalam seminggu, kata para peneliti.

 

KONTAMINASI DAN RE-KONTAMINASI

Untuk mendapat hasil mereka, tim peneliti menguji 43 tirai di 30 kamar rumah sakit 2 kali seminggu selama 3 minggu, mengambil 180 kultur swab total, majalah Time melaporkan. Ini yang mereka temukan :

- 12 dari 13 tirai baru kembali terkontaminasi dalam 7 hari.

- Dari 43 tirai, 41 dari mereka telah terkontaminasi paling tidak sekali.

- MRSA telah ditemukan pada 21% dari total tirai.

- VRE bahkan lebih banyak - itu ditemukan pada 43% dari total tirai. 

Alasan kenapa temuan ini signifikan karena MRSA adalah 1 dari bermacam-macam pemakan daging dari bakteri yang menjangkit Kuykendall, Copeland, dan Vaughn.

Faktanya, masalah ini tidaklah baru. Para ahli telah memperingatkan pada tahun 2008 bahwa MRSA pada umumnya akan lebih sering muncul di rumah sakit.

Dr. Daniel Pallin, direktur penelitian klinis di departemen pengobatan darurat di Brigham dan Women's Hospital di Boston, mengatakan bahwa pemeriksaan catatan medis menunjukkan bahwa kunjungan ke bagian gawat darurat karena MRSA meningkat dari 1,2 juta di 1993 menjadi 3,4 juta pada tahun 2005.

Pallin mengatakan sementara itu bukan waktunya untuk panik, meskipun " tingkat perhatian tertentu itu tepat. "

Khususnya jika kamu adalah seorang yang memerangi salah satu dari serangga ini.

 

SUMBER : http://www.naturalnews.com/035954_hospitals_flesh-eating_bacteria_cases.html

Hits: 1445